SAN FRANCISCO, KAMIS - Pejabat
kesehatan Perancis menyelidiki dua kasus dugaan hantavirus pada warga yang
mengunjungi Taman Nasional Yosemite, Amerika Serikat, musim panas ini. Pusat
Pengawasan dan Pencegahan Penyakit (CDC) Eropa, Rabu (5/9), memperkirakan,
1.923 orang Eropa di 18 negara berisiko terkena sindrom paru- paru hantavirus
dari kunjungan ke Yosemite pada Juni-Agustus.
”Di Perancis, Lembaga Nasional Pengawasan
Kesehatan Masyarakat melaporkan tengah menggelar penyelidikan atas dua kasus
yang mungkin terpapar,” kata CDC Eropa.
Virus itu sejauh ini telah menewaskan dua orang
dan menyebabkan empat orang lain masuk rumah sakit. Semuanya adalah warga
negara AS, yang membuat otoritas kesehatan AS mengeluarkan siaga kesehatan.
Namun, otoritas khawatir lebih banyak lagi
pengunjung Yosemite yang terkena penyakit paru-paru beberapa pekan mendatang.
Sebagian besar korban yang teridentifikasi diperkirakan terinfeksi virus ketika
tinggal di salah satu dari 91 kabin model tenda di perkemahan Curry Village
yang populer di Yosemite.
Ahli epidemiologi badan taman nasional, David
Wong, mengatakan, dari 10.000 orang yang diduga berisiko, 2.500 orang tinggal
di luar AS. Pejabat kesehatan AS mengirim peringatan kepada 39 negara, beberapa
hari lalu, bahwa warga negara mereka yang pergi ke Yosemite harus berjaga-jaga
terhadap gejala penyakit paru-paru itu.
Warga Eropa yang terbanyak ke Yosemite musim
panas ini berasal dari Perancis, yaitu 502 orang. Warga Inggris yang
kemungkinan terpapar virus itu sebanyak 342 orang, disusul 250 orang Jerman,
serta warga asal Belanda, Italia, dan Belgia.
Belum ada pengobatan untuk hantavirus, yang
menewaskan 36 persen dari mereka yang diinfeksinya. Namun, deteksi dini melalui
tes darah akan meningkatkan kemungkinan bertahan hidup. Belum ada laporan
adanya penularan antarmanusia.
Manusia terinfeksi hantavirus melalui urine,
ludah, atau kontak dengan kotoran binatang pengerat, seperti tikus. Pekan lalu,
taman nasional Yosemite menutup kabin tenda itu setelah menemukan tikus ladang
(Peromyscus maniculatus) merajalela di sana.
Beberapa jenis virus itu dapat berakibat fatal
kepada manusia, menyebabkan demam berdarah atau penyakit paru-paru. Gejala awal
penyakit itu antara lain sakit kepala, demam, sakit otot, tersengal-sengal, dan
batuk. Virus itu berinkubasi sampai enam pekan setelah paparan, serta bisa
menyebabkan kesulitan pernapasan parah dan kematian.
Nama virus itu berasal dari nama Sungai Hanta di
Korea Selatan, tempat ditemukannya virus hantaan, jenis pertama dari keluarga
hantavirus Wabah ”West
Nile”
Dari Dallas, Texas, dikabarkan, jumlah kasus virus West Nile di
AS meningkat 25 persen dalam pekan terakhir. Sebanyak 1.993 kasus penyakit yang
ditularkan nyamuk itu telah dilaporkan pada pekan pertama September, meningkat
dari 1.590 kasus yang dilaporkan pekan sebelumnya, seperti disebutkan CDC AS
dalam laporan mingguannya.
Sejumlah 87 orang tewas karena penyakit ini sejak
awal tahun. Dari jumlah itu, sedikitnya 43 orang tewas karena virus itu di
Texas, menurut Dinas Layanan Kesehatan Texas. Para pejabat mengatakan, jumlah
itu diperkirakan naik sampai pertengahan Oktober Penyakit itu telah ditemukan pada manusia, burung, atau nyamuk
di 48 negara bagian AS. Sejauh ini hanya di Negara Bagian Alaska dan Hawaii
yang tak ditemukan virus ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar